Kategori diklat (Cloud Teacher Training) untuk guru pendidikan luar biasa

Dalam proses pembelajaran di kelas, seorang guru harus dapat memahami penanganan karateriktik peserta didik dengan hambatan berkebutuhan khusus dalam berinteraksi sosial dan komunikasi khususnya bagi peserta didik dengan berkebutuhan khusus (PDBK) hambatan autisme. Akan tetapi, usaha guru dalam menciptakan suasana belajar yang mampu melayani peserta didik dengan hambatan interaksi sosial dan komunikasi sering terhambat dengan munculnya berbagai permasalahan komunikasi dengan beragam hambatan khususnya bagi peserta didik dengan berkebutuhan khusus (PDBK) hambatan autisme.

Metode Applied Behaviour Analysis (ABA) berpusat pada pembelajaran pelathian perubahan perilaku dengan pengkondisian disertai intervensi yang konsisten terstruktur. Intervensi merupakan tindakan oenguatan (reinforcement) dalam mencapai perubahan perilaku (respon) yang diharapkan. Respon merupakan aktiftas khusunya akan fokus dalam interaksi dan komunikasi secara verbal maupun non verbal membangun pola konsekuensi positif yang memandirikan. 


Definisi perilaku bermasalah dengan hambatan ADHD sangat bervariasi dan tergantung pada berbagai perspektif. National Research Council (2001) mengemukakan bahwa apabila dilihat dari sudut pandang anak dengan disabilitas, definisi perilaku bermasalah dengan hambatan ADHD meliputi ketidakmampuan dalam memahami tuntutan orang lain atau tugas-tugas di kelas, kesulitan untuk berkomunikasi dalam menyampaikan kebutuhan dan keinginannya, kesulitan dalam menginisiasi dan menjalin hubungan dan interaksi sosial, kesulitan dalam memahami sebab akibat dari perilakunya, dan kelekatan dengan perilaku dan keinginan yang terbatas dan berulang yang dapat membatasi kemampuan anak dalam belajar dan berinteraksi dengan teman sebaya. Sedangkan dari sudut pandang pendidik dan orang tua, perilaku bermasalah dengan hambatan ADHD meliputi banyaknya tugas-tugas yang tidak diselesaikan oleh anak, sering mengganggu rutinitas kelas atau kegiatan di rumah, tantrum, merusak benda-benda, dan agresif terhadap diri dan orang lain. Dampak jangka panjang akan dialami oleh individu dan lingkungan sekitar apabila perilaku bermasalah dengan hambatan ADHD tidak ditangani secara tepat dan cepat. Pembelajaran Diskrit Time Trial (DTT) yang dikembangkan dari metode LOvaas dapat menjadi bentuk penanganan yang paling sederhana dan mudah diterapkan.